Kesalahan Mengecas EV
Farzan Gunadi
| 20-11-2025

· Oto Team
Enam bulan lalu, Marcus membeli mobil listrik pertamanya, desainnya ramping, senyap, dan terasa seperti melangkah ke masa depan dibandingkan mobil lama berbahan bakar bensinnya.
Ia menikmati torsi instan, kabin yang hening, dan sensasi mengemudi yang berbeda. Namun, minggu lalu sebuah peringatan kecil muncul di layar: "Kesehatan Baterai: Penurunan Sedikit Terdeteksi."
Marcus panik. Mobilnya bahkan belum berumur satu tahun. Seperti banyak pemilik EV pemula, Marcus melakukan apa yang ia anggap normal: mengecas cepat setiap saat, selalu mengisi hingga 100%, dan menancapkan kabel semalaman, setiap malam. Ironisnya, itulah yang justru merusak baterainya.
Kenyamanan Bisa Menjadi Musuh Baterai Anda
Pengisian cepat memang menggoda. Siapa yang tidak ingin dari 10% hingga 80% hanya dalam 30 menit? Tetapi penelitian dari Departemen Energi Amerika Serikat melalui National Renewable Energy Laboratory (NREL) dan berbagai laboratorium baterai independen menunjukkan fakta jelas: sering melakukan DC fast charging cenderung mempercepat keausan baterai dibandingkan pengisian lambat, terutama jika baterai sudah hampir penuh.
Mengapa? Karena pengisian cepat menghasilkan panas berlebih dan tekanan pada sel baterai, terutama jika dilakukan terlalu sering atau saat baterai berada di level tinggi. Mobil Anda mungkin terasa "siap digunakan," tetapi di dalam, kimia lithium-ion baterai bekerja keras hingga mengalami degradasi secara diam-diam.
3 Kebiasaan Mengecas yang Diam-diam Merusak Baterai EV Anda
Jika Anda melakukan salah satu dari kebiasaan ini, sebaiknya ubah rutinitas pengisian Anda:
- Mengisi hingga 100% setiap kali: Memang memuaskan, tapi sebenarnya tidak perlu kecuali Anda hendak melakukan perjalanan jauh. Menjaga baterai di rentang 20%–80% membantu mengurangi degradasi sel dan menjaga kapasitas jangka panjang.
- Fast charging setiap hari: Meskipun mobil listrik dirancang untuk menahan DC fast charging, melakukan ini setiap hari menimbulkan tekanan kumulatif pada baterai. Gunakan fast charging hanya saat darurat atau saat perjalanan jauh. Untuk di rumah atau kantor, pilih Level 2 (pengisian lambat) sebanyak mungkin.
Tancap kabel semalaman, setiap malam: Ini membuat baterai berada di tegangan tinggi selama berjam-jam. Sebaiknya gunakan fitur timer atau jadwal pengisian agar berhenti pada 80% sebelum Anda berangkat.
Apa Kata Sains Tentang Cara Mengecas yang Lebih Baik
Studi laboratorium dan pengalaman nyata di berbagai kondisi cuaca menunjukkan pola yang jelas:
- Mobil yang terlalu sering mengandalkan fast charging kehilangan kapasitas baterai lebih cepat dibanding mobil yang sebagian besar diisi dengan pengisian lambat.
- Baterai yang sering berada di atas 90% kapasitas lebih cepat mengalami degradasi dibandingkan yang hanya dikisaran 20%–80%.
- Mengecas dan memarkir mobil di lingkungan lebih sejuk (sekitar atau di bawah 25°C) mendukung kesehatan baterai jangka panjang.
Bahkan produsen besar seperti Hyundai dan General Motors (GM) kini menyarankan penggunaan aplikasi pintar untuk mengatur level baterai dan menghindari stres akibat tegangan tinggi.
Cara Mengecas Pintar Tanpa Ribet
Anda tidak perlu menjadi ahli baterai untuk melindungi mobil listrik dan dompet Anda. Beberapa kebiasaan sederhana ini cukup:
- Tetap di zona 20–80%: Kecuali Anda melakukan perjalanan jauh, ini adalah zona ideal untuk umur baterai.
- Gunakan jadwal pengisian: Banyak EV memiliki fitur untuk memulai pengisian di malam hari dan berhenti pada persentase tertentu. Ini menghindari baterai penuh terlalu lama dan memanfaatkan tarif listrik yang lebih murah.
- Perhatikan panas saat mengecas: Jika mobil atau charger terasa sangat panas, sebaiknya hentikan pengisian. Mengecas di tempat teduh atau garasi lebih dianjurkan.
Batasi fast charging 1–2 kali per minggu: Baterai Anda dan nilai jual kembali mobil akan lebih terjaga.
Seberapa Serius Masalah Ini?
Sangat serius, terutama jika Anda berencana memiliki EV lebih dari beberapa tahun. Kesehatan baterai memengaruhi jarak tempuh, performa, dan nilai jual kembali. Baterai yang menurun kapasitasnya bukan hanya berarti jarak tempuh lebih pendek, tetapi bisa menimbulkan biaya ribuan rupiah untuk perbaikan atau penggantian.
Sebagian besar garansi EV menanggung degradasi baterai hingga batas tertentu (biasanya 70% kapasitas selama 8 tahun), tapi kebiasaan sehari-hari Anda menentukan seberapa dekat baterai mencapai batas tersebut.
Kesimpulannya, mengecas bukan hanya soal daya. Ini soal umur panjang baterai. Pengemudi EV paling pintar bukan yang selalu mencari charger tercepat, tapi yang tahu kapan tidak menggunakannya.
Jadi, sebelum menancapkan kabel lagi, tanyakan pada diri Anda: Apakah Anda sedang mengecas EV atau justru merusaknya? Baterai Anda berbicara melalui kimianya. Apakah Anda mendengarkan?