Mobil SUV dan Pajak CO₂
Denny Kusuma
| 30-12-2025

· Oto Team
Bayangkan ini: Anda akhirnya melunasi mobil SUV bertenaga Anda, kondisinya masih prima, umur baru lima tahun, dan selalu menjadi kendaraan favorit saat melaju di jalanan terbuka.
Namun ketika Anda berencana menjualnya tahun depan, kenyataan pahit menunggu. Hampir tak ada peminat, kecuali dengan harga yang jauh lebih rendah. Apa yang sebenarnya berubah? Bukan mobilnya. Bukan mesinnya. Aturannyalah yang berubah.
Di berbagai wilayah Eropa dan Amerika Utara, sebuah perubahan kebijakan perlahan namun sangat terasa mulai diberlakukan: kendaraan dengan emisi tinggi kini dikenakan penalti yang semakin berat. SUV yang dulu membuat kepala menoleh kini justru membawa risiko pajak tahunan lebih tinggi, nilai jual kembali yang merosot, bahkan pembatasan area berkendara di sejumlah kota besar.
Gelombang "Penalti Karbon" yang Mengubah Nasib Mobil Pribadi
Pemerintah tidak lagi sekadar mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Kini, mereka mulai menghukum secara finansial kendaraan yang menghasilkan emisi besar.
Di Jerman, pajak kendaraan kini terikat langsung pada tingkat CO₂. Setiap gram emisi di atas 95 g/km menambah biaya tahunan. Akibatnya, mobil berbobot besar dengan konsumsi bahan bakar tinggi bisa memakan ratusan euro tambahan setiap tahun hanya untuk tetap terdaftar.
Kanada pun menerapkan langkah serupa. Beberapa provinsi memberi beban pajak tambahan pada SUV dan truk besar yang dianggap boros bahan bakar. Pemilik kendaraan seperti Dodge Durango SRT atau Toyota Sequoia kini harus merogoh biaya lebih besar sejak awal pembelian.
Norwegia melangkah lebih jauh lagi. Saat kendaraan listrik mendapat berbagai insentif, kendaraan beremisi tinggi dikenai pajak berbasis berat dan emisi yang bisa melipatgandakan harga beli mobil performa tertentu. Dengan kata lain, mobil konvensional semakin sulit dipertahankan secara ekonomi.
Masalahnya Bukan Sekadar Pajak Tapi Nilai Aset yang Anjlok Diam-Diam
Ini bukan hanya tentang biaya hari ini. Ini tentang berapa nilai mobil Anda di masa depan.
Platform penilaian mobil di Eropa menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: nilai jual kendaraan bensin dan diesel beremisi tinggi merosot jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.
Contohnya:
• Mobil diesel di kawasan perkotaan Jerman mengalami penurunan nilai hingga 26 persen setelah penyesuaian aturan CO₂.
• Di Quebec, pembeli meminta diskon hingga 20 persen untuk kendaraan berbahan bakar besar karena apa yang mereka sebut "risiko hijau".
• Di Norwegia, nilai tukar tambah mobil non-listrik anjlok drastis bahkan sebelum aturan larangan total diberlakukan.
Mobil impian Anda yang selama ini menjadi kebanggaan, bisa berubah menjadi liabilitas finansial yang pelan-pelan menguras dompet.
Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Membeli Mobil Berikutnya
Tren ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Negara lain mulai mengamati dan mempersiapkan regulasi mereka sendiri. Jika Anda sedang mempertimbangkan membeli mobil baru atau menahan mobil lama, Anda perlu memerhatikan beberapa hal penting:
• Jangan hanya menilik konsumsi bahan bakar. Emisi tinggi berarti pajak tahunan yang mungkin makin besar dari waktu ke waktu.
• Perhitungkan risiko nilai jual. Apakah mobil Anda masih bisa dijual dalam lima tahun ke depan? Apakah kotanya akan membatasi kendaraan beremisi tinggi?
• Ingat bahwa ini bukan sekadar isu teknologi. Mobil listrik memang naik daun, tetapi beberapa plug-in hybrid, mesin kecil, atau diesel efisien mungkin masih lolos dari penalti dalam jangka pendek.
• Jika memilih leasing, pastikan masa sewanya berakhir sebelum kenaikan pajak berikutnya. Nilai residu yang jatuh bisa memengaruhi cicilan Anda.
Ini Bukan Sekadar Tren Lingkungan—Ini Soal Manajemen Aset Pribadi
Sebagian orang menepis ini sebagai kebijakan lingkungan semata. Namun dilihat dari sisi keuangan, hal ini sepenuhnya tentang mengelola aset dengan cerdas.
Mobil merupakan salah satu pembelian terbesar dalam hidup. Selama bertahun-tahun, orang merasa aman: simpan lima tahun, jual, dan dapatkan sebagian uang kembali. Namun kini, risiko kebijakan membuat nilai mobil tidak lagi stabil.
Hari ini pajaknya naik. Besok mungkin:
• Biaya tol berbeda berdasarkan jenis mesin
• Zona terbatas yang menolak mobil beremisi tinggi
• Pasar jual beli yang hilang untuk mobil konvensional di beberapa daerah
Mobil yang Anda sayangi hari ini bisa menjadi kendaraan yang sulit dijual, mahal dirawat, atau bahkan tidak diizinkan lagi masuk ke area tertentu.
Strategi Pengemudi Cerdas di Era Penalti Karbon
Tidak perlu panik. Tetapi ini saatnya bertindak strategis. Banyak orang mulai:
• Beralih ke model rendah emisi, meskipun belum sepenuhnya listrik
• Memilih mesin kecil dan efisien untuk menghindari ambang batas regulasi
• Mengambil opsi leasing untuk meminimalkan risiko penurunan nilai
• Mengikuti perkembangan kebijakan daerah, terutama di kota besar
Hemat 10 persen bahan bakar tidak berarti apa-apa jika nilai mobil Anda anjlok 40 persen akibat aturan baru.
Masih Mengandalkan Mobil Impian Anda? Tidak Masalah—Untuk Saat Ini
Jika mobil bertenaga tinggi masih membuat Anda bahagia, itu pilihan yang sah dan wajar. Namun tanyakan pada diri sendiri: Apakah mobil ini masih akan menyenangkan lima tahun lagi? Atau justru akan jadi beban biaya tambahan?
Pemerintah kini tidak sekadar mendorong orang membeli kendaraan ramah lingkungan. Mereka secara bertahap mulai menyingkirkan pilihan lama. Pasar otomotif perlahan bergeser dari adu tenaga menjadi adu efisiensi karbon.
Sebelum terlambat, mungkin saatnya memeriksa emisi kendaraan Anda dan nilai jualnya.