Dunia Mobil dan Fashion
Ditha Anggraeni
| 09-02-2026

· Oto Team
Bayangkan seseorang keluar dari sebuah mobil sport yang ramping dengan mengenakan jas yang pas di tubuhnya.
Ini bukan sekadar kendaraan yang bertemu dengan pakaian, tetapi sebuah pernyataan lengkap tentang siapa diri mereka.
Dunia mobil dan fashion selalu memiliki hubungan yang tersembunyi, namun dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ini semakin sulit untuk diabaikan. Kedua industri ini berkembang dengan desain, identitas, dan emosi, dan ketika keduanya bersinggungan, hasilnya bisa sangat kuat.
Desain sebagai Identitas
Mobil dan pakaian memiliki kemampuan untuk mengatakan sesuatu tentang siapa diri kita. Seperti halnya seseorang memilih antara sepatu sneakers minimalis atau sepatu hak tinggi yang mencolok, memilih mobil juga seringkali mencerminkan kepribadian seseorang, bukan hanya fungsi. Sebuah coupe berwarna hitam matte akan menyampaikan pesan yang berbeda dibandingkan dengan mobil convertible berwarna cerah, sama halnya dengan setelan jas tajam yang memberikan kesan yang berbeda dibandingkan dengan celana jins vintage. Para pembuat mobil memahami hal ini, itulah mengapa edisi terbatas seringkali menonjolkan palet warna dan interior yang terinspirasi oleh rumah mode ternama.
Cobalah melihat kolaborasi antara brand yang menghasilkan interior mobil dengan bahan kulit yang dijahit layaknya tas tangan atau pola kain yang terinspirasi langsung dari koleksi runway. Sentuhan desain seperti ini mengingatkan kita bahwa, bagi banyak pembeli, mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga perpanjangan dari gaya hidup mereka.
Kolaborasi Kemewahan
Perpaduan antara fashion dan mobil paling jelas terlihat dalam kemitraan merek. Dalam dekade terakhir, label fashion ternama semakin banyak melibatkan diri dengan produsen mobil yang ingin tampil beda. Entah itu logo yang terukir pada kursi mobil kustom atau peluncuran model edisi terbatas yang diadakan di acara fashion week, kolaborasi ini menjadikan mobil bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai barang koleksi.
Yang menarik adalah, kolaborasi ini bukan sekadar proyek untuk kepentingan pencitraan semata. Sebuah mobil edisi terbatas yang terhubung dengan brand fashion sering kali terjual habis dalam waktu singkat, membuktikan bahwa pembeli menginginkan kendaraan yang tidak hanya eksklusif tetapi juga penuh dengan nilai seni. Inilah psikologi yang sama yang mendorong orang untuk membeli tas tangan yang hanya tersedia di runway – kelangkaan dan prestise memiliki daya tarik yang kuat.
Streetwear Bertemu Mobil Jalanan
Tren ini tidak hanya dikuasai oleh nama-nama besar di dunia fashion. Streetwear juga telah merambah dunia mobil melalui desain cat yang berani, lapisan vinyl kustom, dan bahkan pertemuan mobil yang dipimpin oleh influencer. Sama seperti sepatu sneakers yang kini lebih dari sekadar alas kaki, mobil-mobil modifikasi kini menjadi kanvas untuk ekspresi diri. Cat neon atau desain kap mobil yang terinspirasi dari grafiti mencerminkan bagaimana hoodie besar atau sepatu sneakers edisi terbatas membentuk budaya anak muda.
Dalam hal ini, budaya mobil dan fashion jalanan saling mencerminkan satu sama lain: keduanya adalah tentang rasa memiliki, kreativitas, dan menonjolkan identitas diri. Sebuah acara pameran mobil di tempat parkir bisa terasa seperti pop-up fashion drop, dengan hype, antisipasi, dan keinginan untuk tampil berbeda yang sama.
Peran Keberlanjutan
Industri fashion dan otomotif kini dihadapkan pada tantangan untuk memikirkan kembali jejak lingkungan mereka. Bagi mobil, ini berarti pengembangan tenaga listrik, material daur ulang, dan efisiensi. Sedangkan dalam dunia fashion, tantangan ini terwujud dalam penggunaan kain ramah lingkungan, pengadaan yang etis, dan desain sirkular. Menariknya, kedua industri kini mulai saling berbagi ide.
Para produsen mobil kini bereksperimen dengan interior mobil yang terbuat dari kulit vegan, kain berbasis tumbuhan, dan tekstil daur ulang, langkah-langkah yang terinspirasi dari dorongan keberlanjutan dalam dunia fashion. Pada saat yang sama, desainer fashion melihat rekayasa mobil untuk menemukan material yang lebih awet dan berperforma lebih baik. Ketika dunia fashion dan otomotif bertemu di sini, hasilnya tidak hanya bergaya, tetapi juga berwawasan ke depan.
Ke Mana Arah Perjalanan Ini?
Melihat ke depan, hubungan antara mobil dan fashion tampaknya akan semakin erat. Mobil konsep kini dipamerkan seperti model runway, dengan sorotan lampu, koreografi, dan peluncuran dramatis. Para influencer fashion juga mulai menguji mobil-mobil untuk media sosial mereka, mengaburkan garis antara brand ambassador dan pencipta gaya hidup. Bahkan di dunia digital, di mana mobil dan pakaian virtual dijual sebagai skin eksklusif, ikatan antara keduanya tetap kuat.
Fakta Menarik:
Pembeli mobil kini semakin menginginkan kendaraan yang mencerminkan gaya pribadi mereka, bukan hanya fungsinya.
- Kolaborasi antara merek fashion dan otomotif menciptakan permintaan yang didorong oleh kelangkaan.
- Generasi muda kini menganggap mobil sebagai bagian dari budaya streetwear dan ekspresi diri.
- Tantangan keberlanjutan mendorong kedua industri untuk berinovasi bersama.
Intinya, mobil dan fashion terhubung karena keduanya berbicara tentang bagaimana kita mempresentasikan diri kepada dunia. Anda tidak hanya mengenakan pakaian; Anda hidup dalam pakaian tersebut. Anda tidak hanya mengendarai mobil; Anda menunjukkannya. Ketika keduanya bergabung, hasilnya bukan sekadar penampilan tetapi sebuah gaya hidup.
Jadi, lain kali Anda melihat mobil terparkir di luar butik atau seorang model berpose di samping mobil konsep, perhatikan betapa alami hubungan ini terasa. Fashion berjalan di runway, mobil menguasai jalan, namun bersama-sama, mereka bercerita tentang hal yang sama: gaya ada di mana-mana, dan ia selalu bergerak.