Pesona Keindahan Oia
Dwi Utari
Dwi Utari
| 28-02-2026
Travel Team · Travel Team
Pesona Keindahan Oia
Kami tiba di Oia tepat sebelum pukul 8 pagi, turun dari bus pagi yang datang dari Fira.
Jalanan masih sepi, hanya terlihat beberapa penduduk lokal yang mulai membuka toko mereka dan terdengar sesekali bunyi peralatan dari kafe yang baru beroperasi.

Lokasi "Oia"

Udara pagi yang hangat mulai menyentuh wajah saat kami berjalan menuruni tangga menuju Ammoudi. Tangga batu yang menurun ternyata lebih panjang dari yang dibayangkan dari foto-foto di internet.
Kami berhenti di tengah perjalanan, bukan untuk mengambil foto, tapi hanya sekadar menarik napas dan menikmati kesunyian desa yang mulai terbangun.
Saat kami sampai di pelabuhan kecil Ammoudi, beberapa turis dari kapal feri yang datang belakangan mulai muncul. Kontras antara pelabuhan yang mulai ramai dan desa di atas yang masih tenang sangat terasa. Rahasia Oia terletak pada perspektif ini: desa ini paling indah jika dinikmati dari atas ke bawah. Sebagian besar pengunjung langsung menuju teras pandang dan mengikuti arus kerumunan, membuat jalan utama dan tangga menjadi padat. Namun, turun lebih dulu ke Ammoudi memberikan pengalaman yang berbeda, tenang dan jauh dari hiruk-pikuk. Nelayan menurunkan hasil tangkapan mereka, meja-meja kecil di tepi pelabuhan mulai disiapkan, dan Anda bisa berjalan di sepanjang air tanpa harus menabrak turis lain. Saat kembali naik di sore hari, ketika sinar matahari mulai lembut dan bayangan memanjang di rumah-rumah bercat putih, perspektifnya terasa lebih damai dan memikat.

Info Praktis Sekilas

- Jarak berjalan kaki: sekitar 1 km dari alun-alun utama Oia ke Pelabuhan Ammoudi
- Jumlah tangga: sekitar 300 anak tangga batu yang tidak rata
- Waktu terbaik datang: sebelum pukul 9 pagi
- Akses berenang: tangga logam dari batu; air jernih dengan kedalaman sekitar 2–3 meter di titik masuk
- Pilihan kembali: naik tangga dalam 20–30 menit, atau naik perahu lokal sekitar 10 menit
- Kafe terdekat: sebuah tavern kecil di tepi pelabuhan buka pukul 8:30 pagi; kopi sekitar €3–4 dan sandwich sarapan sekitar €5
Waktu kedatangan sangat menentukan pengalaman. Sebelum pukul 9 pagi, jalanan Oia hampir kosong, sehingga mengambil foto teras dan bangunan kubah biru tidak perlu antre. Antara pukul 10:00–11:30, feri membawa kelompok wisatawan, dan tangga utama mulai padat. Ammoudi tetap relatif sepi hingga sekitar pukul 11:30 karena tangga alami berfungsi sebagai penyaring kerumunan. Saat tengah hari, panas dan kebisingan meningkat; jalanan menyerap sinar matahari dan air terlihat lebih cerah, namun lebih sulit didekati. Sore hari, setelah pukul 16:00, suasana kembali tenang. Bayangan memanjang, angin laut bertiup lembut, dan desa kembali terasa hidup secara alami, bukan sekadar panggung foto.
Pesona Keindahan Oia

Pilihan Akomodasi

Lokasi penginapan menentukan ritme harian Anda. Menginap dekat alun-alun utama memberikan akses cepat ke teras dan toko, tapi suara pagi dan kerumunan sore tak bisa dihindari. Pilihan yang sedikit lebih rendah atau di jalan berliku menuju Ammoudi memberikan pagi yang lebih tenang dan akses lebih cepat ke pelabuhan, meski membutuhkan jalan naik 5–10 menit di akhir hari. Pilihan ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga seberapa dalam Anda bisa merasakan denyut desa.
- Harga: Oia menawarkan hotel gua di tepi tebing, penginapan dekat halte bus, hingga kamar hemat di Finikia, dengan rata-rata harga per malam sekitar €70–120 (budget), €130–250 (kelas menengah), dan €300+ (suite gua premium) tergantung musim. Untuk ketersediaan terbaik, pesan 4–8 minggu sebelumnya di musim sepi dan 2–4 bulan sebelumnya di musim ramai.

Tips Cepat Agar Liburan Lebih Nyaman

- Turun dulu, jangan melewatkan tangga. Jalur tangga adalah bagian dari pengalaman dan juga menyaring kerumunan.
- Sarapan atau brunch sebelum pukul 10 pagi di Ammoudi. Menunggu lebih lama berarti panas lebih tinggi, meja lebih ramai, dan layanan terburu-buru.
- Berenang menggunakan tangga logam di batu. Lebih aman dan mudah daripada mencoba naik turun di tebing licin.
- Bawa air minum dan tabir surya. Meski pagi, sinar matahari memantul dari dinding dan tangga putih.
- Gunakan cahaya sore untuk foto di Oia. Matahari memantulkan warna hangat ke rumah dan teras, dan jumlah orang berkurang.
Jika Anda membiarkan gravitasi mengatur ritme turun dulu, naik kemudian hari di Oia akan terasa lebih seperti serangkaian momen yang bisa dinikmati secara sengaja. Angin dari Laut Aegea, riuh kafe pagi, dan cahaya lembut di rumah putih akan memberi tanda kapan saatnya berhenti, menikmati, atau kembali menanjak.
Apakah Anda siap memberi diri sendiri ruang untuk merasakan ketenangan pelabuhan dan energi desa di tebing sekaligus? Oia menunggu, lebih hidup dan mempesona dari yang terlihat di foto.