Teknik Viral Ubi Jalar
Denny Kusuma
| 22-05-2026

· Food Team
Kadang, bahan masakan paling sederhana justru menyimpan kejutan terbesar di dapur.
Ubi jalar misalnya, bahan yang mudah ditemukan ini ternyata bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari makanan panggang, camilan manis, hingga hidangan lembut yang menenangkan.
Belakangan ini, muncul sebuah teknik memasak yang viral di internet dan menarik perhatian banyak orang. Teknik ini diklaim mampu mengubah tekstur ubi jalar panggang menjadi sangat lembut, halus, bahkan menyerupai custard. Banyak konten kreator membagikan cara ini, terutama yang terinspirasi dari jajanan ubi panggang khas Korea yang sering dijual hangat di toko swalayan sebagai camilan sederhana namun mengenyangkan.
Rasa penasaran pun muncul: apakah teknik ini benar-benar menghasilkan perubahan tekstur yang signifikan, atau hanya sekadar tren internet?
Teknik Viral Ubi Jalar ala Korea
Trik yang sedang ramai dibicarakan ini sebenarnya sangat sederhana, tetapi terdengar tidak biasa. Inti dari metode ini adalah memasukkan ubi jalar yang baru dipanggang ke dalam air es dalam waktu singkat sebelum dipanggang kembali.
Sekilas, langkah ini terdengar aneh. Bagaimana mungkin bahan panas justru dicelupkan ke air dingin lalu dipanaskan kembali? Namun justru di situlah letak daya tariknya. Banyak video menunjukkan bahwa langkah tersebut membuat tekstur ubi menjadi lebih lembut dan padat.
Inspirasi teknik ini berasal dari ubi panggang khas Korea dan Jepang yang terkenal dengan tekstur padat, manis alami, dan lembut di dalam. Jenis ubi ini sering dijual sebagai camilan hangat yang cocok dinikmati saat cuaca dingin.
Cara Melakukan Teknik Ini di Rumah
Prosesnya tidak rumit dan bisa dilakukan di dapur rumah dengan peralatan sederhana. Langkah pertama adalah menyiapkan ubi jalar, lalu memotong sedikit bagian ujungnya agar bagian dalamnya sedikit terbuka.
Setelah itu, ubi dipanggang dalam oven pada suhu sedang sekitar 190 derajat Celsius selama kurang lebih dua puluh menit. Tujuannya adalah memulai proses pematangan awal.
Selanjutnya, ubi dikeluarkan dari oven dan segera dimasukkan ke dalam air es selama sekitar dua menit. Proses ini menjadi inti dari teknik viral tersebut.
Setelah itu, ubi kembali dipanggang pada suhu yang lebih tinggi hingga benar-benar matang sempurna. Kombinasi panas dan dingin inilah yang dipercaya memengaruhi tekstur akhir ubi.
Menariknya, banyak orang menggunakan jenis ubi dengan kulit ungu atau daging pucat, yang sering disebut sebagai ubi khas Korea atau Jepang. Jenis ini memang memiliki tekstur lebih padat dan rasa yang sedikit lebih gurih dibandingkan ubi oranye pada umumnya.
Hasil Uji Coba di Dapur
Untuk mengetahui apakah teknik ini benar-benar memberikan hasil berbeda, dilakukan perbandingan antara dua jenis ubi jalar. Satu menggunakan teknik air es, dan satu lagi dipanggang dengan cara biasa.
Hasilnya cukup mengejutkan bagi sebagian orang. Perbedaan tekstur antara keduanya ternyata tidak terlalu signifikan. Keduanya tetap lembut, manis, dan enak dimakan.
Pada beberapa kasus, sulit bahkan untuk membedakan mana yang menggunakan teknik air es jika tidak diberi tanda sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa efek dari metode tersebut mungkin tidak sedramatis yang sering ditampilkan di media sosial.
Satu Manfaat yang Paling Terasa
Walaupun perubahan tekstur tidak terlalu mencolok, ada satu keuntungan nyata dari teknik ini. Kulit ubi menjadi jauh lebih mudah dilepaskan setelah proses pemanggangan.
Hal ini sangat membantu terutama jika ubi akan digunakan untuk membuat hidangan lain seperti kue, isian, atau makanan olahan yang membutuhkan ubi tanpa kulit. Proses pengolahan menjadi lebih cepat dan praktis.
Bagi sebagian orang, manfaat kecil ini sudah cukup membuat teknik tersebut layak dicoba.
Penjelasan Ilmiah di Balik Teknik Ini
Dari sudut pandang ilmu makanan, ada beberapa penjelasan yang mungkin mendasari teknik ini. Saat ubi dipanggang, panas akan mengubah struktur pati di dalamnya sehingga teksturnya menjadi lebih lembut.
Ketika ubi tiba-tiba didinginkan dalam air es, proses perubahan tersebut sedikit terhenti sementara. Setelah itu, pemanasan ulang dapat memengaruhi kembali struktur pati sehingga menghasilkan tekstur yang sedikit berbeda.
Namun, faktor jenis ubi ternyata memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan teknik itu sendiri. Ubi dengan kandungan pati tinggi dan kadar air rendah memang secara alami menghasilkan tekstur lebih padat dan lembut seperti krim setelah dipanggang.
Artinya, bahan dasar yang digunakan sangat menentukan hasil akhir, bahkan lebih penting daripada teknik tambahan yang digunakan.
Kesimpulan: Eksperimen Menarik atau Sekadar Tren?
Teknik ubi jalar viral ini memang menarik untuk dicoba, terutama bagi mereka yang suka bereksperimen di dapur. Meskipun hasilnya tidak selalu berbeda secara signifikan, pengalaman mencoba metode baru tetap memberikan nilai tersendiri.
Pada akhirnya, kunci utama dalam memasak ubi jalar tetap terletak pada pemilihan bahan dan cara memanggang yang tepat. Teknik tambahan mungkin memberikan sedikit variasi, tetapi tidak sepenuhnya mengubah karakter dasar makanan.
Namun satu hal yang pasti, eksperimen sederhana seperti ini membuat proses memasak menjadi lebih menyenangkan. Dan siapa tahu, dari satu percobaan kecil, Anda menemukan cara favorit baru menikmati ubi jalar di rumah.