Pesona Sawah Bali
Farzan Gunadi
| 26-08-2026

· Travel Team
Hi, Lykkers! Bali memiliki banyak kawasan persawahan yang menawarkan pemandangan hijau dengan bentuk lahan bertingkat.
Dua kawasan yang terkenal adalah Jatiluwih di Kabupaten Tabanan dan Tegallalang di Kabupaten Gianyar.
Keduanya memperlihatkan lanskap persawahan Bali yang mengikuti kontur perbukitan dan menjadi bagian dari kehidupan pertanian masyarakat setempat. Selain memberikan pemandangan yang menarik, kawasan persawahan juga memperlihatkan bagaimana lahan pertanian dikelola di tengah lingkungan pedesaan Bali.
Persawahan Jatiluwih
Jatiluwih merupakan kawasan persawahan di Kabupaten Tabanan yang menjadi bagian dari Lanskap Budaya Provinsi Bali yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2012. Situs tersebut mencakup beberapa kawasan persawahan terasering, pura air, serta sistem pengelolaan irigasi tradisional subak. Jatiluwih termasuk dalam kawasan Catur Angga Batukaru yang tercantum dalam situs Warisan Dunia UNESCO.
Hamparan sawah bertingkat di Jatiluwih mengikuti bentuk perbukitan sehingga menciptakan lanskap yang luas. Sistem subak menjadi bagian penting dari kawasan tersebut karena berkaitan dengan pengelolaan air untuk pertanian secara bersama-sama. Keberadaan sistem ini menunjukkan hubungan antara pertanian, lingkungan, dan kehidupan masyarakat Bali.
Jatiluwih juga menjadi tempat yang menarik bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pedesaan. Pemandangan sawah yang luas dapat dinikmati dari sejumlah titik di kawasan tersebut tanpa harus mengubah fungsi utama lahan sebagai area pertanian.
Persawahan Tegallalang
Tegallalang berada di Kabupaten Gianyar, sekitar 15 kilometer di utara Ubud. Kawasan ini dikenal dengan persawahan bertingkat yang membentang mengikuti lereng dan lembah. Bentuk lahan tersebut menciptakan pemandangan hijau yang menjadi salah satu daya tarik kawasan Tegallalang.
Berbeda dengan Jatiluwih yang memiliki keterkaitan kuat dengan kawasan warisan budaya UNESCO, Tegallalang lebih dikenal sebagai kawasan wisata persawahan di sekitar Ubud. Pengunjung dapat menikmati pemandangan sawah dan suasana pedesaan sambil melihat aktivitas pertanian yang berlangsung di sekitarnya.
Tips Berkunjung
Pagi atau sore hari dapat menjadi waktu yang nyaman untuk menikmati pemandangan persawahan karena sinar matahari biasanya tidak terlalu terik. Gunakan alas kaki yang sesuai jika ingin berjalan di sekitar area sawah karena beberapa jalur memiliki permukaan yang tidak rata, menanjak, atau licin setelah hujan.
Jangan memasuki lahan pertanian tanpa izin, menginjak tanaman, atau mengganggu kegiatan petani. Jika ingin mengambil foto, pilih tempat yang memang diperbolehkan untuk pengunjung. Menjaga kebersihan juga penting agar kawasan persawahan tetap nyaman dan tidak tercemar sampah.
Penutup
Jatiluwih dan Tegallalang memperlihatkan sisi Bali yang berbeda dari kawasan pantai dan pusat keramaian wisata. Hamparan sawah bertingkat, perbukitan hijau, serta aktivitas pertanian menciptakan pemandangan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali. Jatiluwih memiliki nilai budaya yang kuat karena menjadi bagian dari Lanskap Budaya Provinsi Bali yang tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO, sedangkan Tegallalang dikenal sebagai salah satu kawasan persawahan bertingkat yang terkenal di sekitar Ubud.
Kunjungan ke kawasan persawahan dapat menjadi kesempatan untuk menikmati suasana pedesaan sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan pertanian Bali. Keindahan tersebut tidak hanya berasal dari warna hijau tanaman padi, tetapi juga dari bentuk lahan yang mengikuti kontur alam dan sistem pengelolaan air yang telah berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dengan menghormati lahan pertanian, menjaga kebersihan, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat, keindahan kawasan persawahan dapat tetap terjaga untuk dinikmati pada masa mendatang.
Pemandangan persawahan juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan santai sambil mengenal budaya dan kehidupan pedesaan Bali secara lebih dekat.